Finalisasi “Petunjuk Teknis Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat (MTPTRO)”

Program MTPTRO dilaksanakan di Indonesia sejak 2009 melalui kolaborasi dengan RSUP Persahabatan dan RSUD dr. Sutomo sebagai RS rujukan TB-MDR. Saat ini terdapat 85 RS rujukan TB-RO yang tersebar di 33 provinsi.

Program MTPTRO dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pasien TB-MDR, sebagaimana diamanatkan kebijakan akses universal dan pelayanan tanpa batas yang mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No. 350 Tahun 2017 tentang RS dan Balai Kesehatan TB-RO.

Perkembangan MTPTRO tidak hanya terkait dengan layanan saja, tetapi juga aspek kebijakan, program, dan pelaksanaan klinis pengobatan TB-RO di Indonesia. Saat ini alur diagnosis sudah mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 Tahun 2016 yang memandatkan bahwa: a) semua terduga TB baik sensitif maupun resistan obat harus didiagnosis dengan tes cepat molekuler; dan b) tata laksana pengobatan TB-RO jangkan pendek telah sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Berdasarkan perkembangan tersebut, “Petunjuk Teknis MTPTRO” yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 13 Tahun 2013 perlu dimutakhirkan. Dengan begitu, fasilitas pelayanan kesehatan serta pengelola program di dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota dapat melaksanakan MTPTRO dengan baik.