International TB Conference in conjunction with scientific meeting of Indonesian TB Research Network

International TB Conference in conjunction with scientific meeting of Indonesian TB research network resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Moeloek.

Dalam sambutannya Ibu Nila menekankan bahwa TB merupakan masalah global, Indonesia menempati posisi ke-3 di dunia sebagai negara dengan beban TBC terbesar di dunia. Saat acara High Level Meeting di United Nations di New York September lalu, masalah TB menjadi perhatian dan saat itu para pemimpin termasuk NGO yang hadir diminta komitmennya untuk eliminasi TB. “Unite to End TB berarti mengakhiri bukan hanya mengatasi, termasuk TB MDR yang termasuk 10 penyebab kematian di dunia” 

Ibu Nila juga menyampaikan saat pertemuan dengan media, TBC menjadi penyakit yang tidak seksi, karena merupakan penyakit yang sudah lama dan masyarakat cenderung menganggap sepele,”Oh TBC, nanti juga kalau diobati sembuh, padahal TBC merupakan penyakit menular yang luar biasa, apabila satu pasien TBC bersin atau batuk dan tidak diobati dapat menularkan ke 10-15 orang.”

Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai pabrik vaksin, jadi kesempatan untuk melakukan penelitian untuk membuat vaksin dengan mengajak akademisi, “siapa tahu nanti di ruangan ini ada penelitian sehingga nanti mendapat hadiah nobel” kata Ibu Nila menaruh harapan kepada akademisi yang hadir. Selain itu beliau juga mengharapkan identifikasi inovasi dan terobosan dalam penanggulangan TB.

Dalam paparannya, MenKes juga menyampaikan upaya pengendalian faktor TBC:
1. Pemberian pencegahan TBC dengan obat Isoniazide (INH) untuk anak dan ODHA
2. Investigasi kontak pada setiap kasus TBC yang ditemukan
3. Kampanye perilaku hidup bersih dan Sehat termasuk etika batuk.

Selain itu perilaku untuk menggunakan masker untuk pencegahan, “mengubah perilaku tidak mudah, tetapi pengunaan masker saat batuk atau flu harus menjadi kebiasaan baru, apalagi masker yang kita miliki adalah produk dalam negeri bukan import” tambahnya.

Menutup sambutannya, MenKes mengatakan bahwa saat ini banyak warga negara Indonesia yang tidak dapat keluar negeri dan banyaknya tenaga kerja Indonesia yang dipulangkan karena TBC, jadi stigma tidak hanya kepada pasien TBC tetapi juga bagi Negara kita. Jadi mari eliminasi TBC di Indonesia.