Indonesia Wujudkan Upaya Percepatan Eliminasi TBC

Jakarta, 12 Februari 2018 - Indonesia dan The Global Fund memperkuat kemitraan dengan meluncurkan dana hibah baru untuk mengakhiri epidemi HIV, tuberkulosis (TBC), dan malaria periode 2018-2020. Hibah baru tersebut juga bertujuan untuk memperkuat manajemen rantai pasokan, meningkatkan deteksi kasus TB menjadi 240 per 100.000 tingkat pemberitahuan kasus, keberhasilan pengobatan 90%, dan keberhasilan pengobatan MDR 65-75%. Kemitraan Indonesia dengan Global Fund telah mencapai hasil yang signifikan dalam meningkatkan ketersediaan pengobatan TBC. Kemitraan ini juga berkontribusi pada penemuan 401.130 kasus TBC dan 2.999 pasien TB-MDR yang menjalani pengobatan.

Dana hibah senilai total US$264.225.834 untuk periode pelaksanaan 2018-2020 tersebut akan dimanfaatkan untuk mengobati 6.900 pasien TBC-MDR. Dana tersebut akan dikelola oleh Subdirektorat Rehabilitasi HIV & AIDS, Tuberkulosis dan Malaria -- Kementerian Kesehatan, Yayasan Spiritia, Yayasan Aisyiyah, dan Yayasan Perdhaki.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Global Fund dan mitra pendanaan mereka atas dukungan berkelanjutan untuk Indonesia," kata Prof. Dr. Nila Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia. "Kami akan terus bekerja keras dan memastikan bahwa sumber daya yang dimobilisasi melalui hibah ini digunakan secara akuntabel dan efektif."

Berita ini disadur dari "Indonesia dan The Global Fund Luncurkan Dana Hibah Baru untuk Percepat Akselerasi Akhiri Epidemi HIV, TBC dan Malaria" oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Melalui proyek Challenge TB, KNCV turut berkontribusi pada suksesnya pendanaan tersebut melalui penyediaan bantuan teknis dan strategi teknis untuk hibah tersebut. KNCV/Challenge TB juga ikut mendukung Program TBC Nasional dan tim penulis sebagai anggota dan wakil ketua CCM TWG TBC yang kami pandu dan dukung. Kami yakin dengan hibah dari Global Fund dan kolaborasi para mitra, Indonesia dapat melanjutkan penerapan Rencana Strategis Nasional, termasuk penemuan dan pengobatan para pasien TBC yang hilang serta memobilisasi pendanaan pemerintah daerah untuk keberlanjutan perjuangan melawan TBC.

Kemitraan ini akan mewujudkan harapan Indonesia untuk mengeliminasi TBC pada 2030.

Foto: Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI