Masih Ingatkah Masyarakat Akan Bahaya TB?

Pribahasa mengatakan "Kuman di sebarang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak". Pribahasa ini mengandung pengertian bahwa kita sering melihat sebuah persoalan yang jauh dari jangkauan  namun kita cenderung melupakan masalah yang ada di sekeliling kita.  Hal ini dapat terjadi di pelbagai bidang, tidak terkecuali di program pemberantasan Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Program pemberantasan TB kadang melupakan pengetahuan masyarakat tentang TB itu sendiri. Apakah masyarakat kebanyakan tahu apa itu TB? Dan apakah orang yang sudah tahu masih menganggap TB itu berbahaya? Berdasarkan pertanyaan sederhana inilah, KNCV/TB CARE I ingin menggugah kesadaraan masyarakat umum secara langsung melalui peringatan Hari TB Sedunia 2014.

Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret diperingati KNCV/TB CARE I yang didanai USAID  tidak saja dilakukan di Jakarta sebagai tempat kantor KNCV Representative Office (RO), tetapi juga di kota lain seperti  Surabaya, Malang, Yogyakarta dan beberapa kota lainnya.

Peringatan "TB Day 2014" di Gedung Bidakara 1

Ada kemeriahan kecil pada Hari Senin, 24 Maret 2014 di Lobi Gedung Bidakara I di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan. Peringatan hari TB Dunia diperingati oleh  seluruh staf KNCV RO. Para staf terlibat dalam penyebaran kewaspadaan TB kepada seluruh pekerja dan masyarakat umum yang berada di  sekitar Gedung Bidakara 1 dan 2. Slogan TB Day 2014 "Reach the 3 Million" diterjemahkan sebagai upaya untuk membangun kesadaran kembali masyarakat akan bahaya TB melalui penyebaran informasi TB.

Jan Voskens, TB Care I Country Director, menyatakan "Informasi tentang TB harus kita sebarkan". Pernyataan syarat makna ini menyiratkan pengertian bila informasi tentang TB ke masyarakat mutlak dilakukan. Hal ini menjadi satu upaya yang dilakukan oleh KNCV/TB CARE I  dalam acara peringatan hari TB sedunia tahun ini. Qori, salah staf  yang berkantor di Gedung Bidakara I, menyatakan "Saya tahu Tuberkulosis sebagai penyakit yang berhubungan dengan paru-paru dan batuk-batuk, tetapi saya tidak paham secara mendetail apa itu TB?" dia menambahkan "Acara ini membuat saya sadar bahwa TB itu berbahaya".

Bila pada tahun-tahun sebelumnya, TB CARE I  selalu berpartisipasi dalam peringatan Hari TB Sedunia  lewat acara gerakan mobilisasi berskala nasional  yang meriah, maka kali ini partisipasi KNCV/TB Care  dilakukan secara sederhana  meski tanpa mengurangi makna dan tujuan dari peringatan Hari TB Sedunia. Gerakan pemberantasan TB, kadangan bisa dimulai dari apa yang ada di sekeliling kita karena TB sebagai penyakit menular bisa terjadi di mana saja.

Peringatan "TB Day 2014" di Rumah Sakit Dr. Soetomo

Peringatan dan cara yang hampir sama juga dilakukan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Peringatan Hari TB Sedunia 2014  di lakukan di Rumah sakit plat merah itu pada Hari Senin,  24 Maret 2014. Acara ini melibatkan KNCV/TB CARE I bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, para perawat RS. Dr. Soetomo dan Paguyuban Pasien.

Penutup mulut atau masker berlogo "TB Day 2014, Reach the 3 Million" dibagikan kepada para pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah di depan rumah sakit. Bentangan spanduk hari TB juga dilakukan di depan para pengendara agar pesan yang ingin disampaikan mudah diterima.  Hal ini merupakan upaya  untuk mengingatkan kembali kepada  masyarakat umum tentang bahaya TB.

Sementara itu di dalam rumah sakit, para pengunjung dan pasien rawat jalan yang berada di loket Instalasi Rawat Jalan RS. Soetomo diberikan informasi tentang TB yang dikemas menarik. Para pengunjung terlihat antusias meminta materi informasi yang berkaitan dengan TB tersebut. Tak lupa, pasien TB dan pasien TB resisten obat sebagai subyek utama dalam program pemberantasan TB  juga mengikuti acara peringatan TB di halaman Poli TB dengan acara senam pernafasan bersama, siraman rohani serta diskusi dan dengar pendapat dengan mantan pasien TB resisten obat. Meski acara-acara tersebut rutin dan biasa dilakukan, tetapi karena dilakukan dengan atmosfir "TB Day" maka suasana berbeda kental terasa.

Tentu saja, pemberantasan TB bukan perkara mudah. Peringatan Hari TB adalah salah satu alaram bila masalah besar masih kita hadapi. Di Indonesia diperkirakan hampir 500.000 kasus baru TB per tahun. Setiap kasus TB yang tidak diobati dengan benar berpotensi menjadi fokus penularan dan lebih dari itu  TB masih masuk kedalam 10 besar penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu  kita membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi TB. Tanpa pesta besar, perayaan yang memakan biaya banyak, kesadaran masyarakat yang dekat dengan kita dibangun kembali lewat acara ini.