Lokakarya Pembelajaran Challenge TB di Provinsi Papua

“Saatnya Tong Pu Tanah Papua Bebas TBC Mulai dari Sa!” Tanggal 22 -23 Mei 2019 lalu, diseminasi pembelajaran proyek Challenge TB di Papua telah dilaksanakan. Acara dihadiri sebanyak 107 peserta perwakilan dari Dinas Kesehatan 4 (empat) kabupaten di Papua antara lain: Nabire, Merauke, Biak, Jayapura dan 2 kabupaten area intensif Challenge TB yaitu Mimika, Jayawijaya dan Kota Jayapura dan juga peserta perwakilan dari Rumah Sakit di daerah Jayapura.

Dalam kegiatan dua hari ini, peserta dapat mengikuti lokakarya tentang DPPM (District Public Private Mix) yang telah dilakukan di Timika dan diskusi di kelas pararel dengan topik TB- HIV, RAD, PMDT dan Laboratorium. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp. OG(K) dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendekatan Challenge TB sangat baik karena, CTB tidak hanya menggarap aspek yang mikro tetapi juga menggarap aspek makro, yaitu dengan pendekatan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk ketersediaan anggaran. Beliau mengatakan “Harapan kami kepada 3 area yang sudah bekerja sama dengan Challenge TB, dapat menjadi pioneer, dan dapat menjadi pembelajaran di kabupaten lain, misalnya untuk kabupaten Jayawijaya dapat mengimplementasikannya di Pegunungan Tengah.” Beliau juga mengingatkan bahwa tidak ada resep generik yang dapat diimplementasikan ke setiap kabupaten, karena setiap kabupaten mempunyai kelebihan walau dengan konsep yang sama. Konteks local memang kerap kali muncul dalam pendekatan yang dilakukan, misalnya dalam penerapan DPPM, Kabupaten Mimika menggunakan metode “Kaka Ade” dalam Jejaring Internal dan Eskternal, hingga saat ini, total 28 dari 29 fasiitas kesehatan di Papua telah melakukan DPPM. Selain itu di RSUD Mimika melakukan penapisan pasien TBC sejak awal di loket. Lokakarya pembelajaran DPPM disampaikan oleh panelis dari Kabupaten Mimika, yaitu Kamaluddin (Wasor Dinas Kesehatan Mimika), dr.Moses Untung (Puskesmas Timika Jaya), dr. Sieltil (RSUD Mimika), Ibu Susi (Sekretaris KOPI TB Kabupaten Mimika) dengan moderator Dr. Beeri Wopari, Kepala Balai P2 ATM. Beberapa hasil dari Dinas Kesehatan Papua bersama Challenge TB antara lain: Terkait Manajemen Terpadu Pengobatan TB Resistan Obat adanya (1) Pelayanan TB Resistan Obat dari 1 (satu) Rumah Sakit di tahun 2013 hingga sekarang menjadi 9 (sembilan) Rumah Sakit (2)Pelaksanaan MICA di Kab. Mimika sudah didanai oleh dana kabupaten (3) Enrollment di Jayapura meiningkat dari 41% di tahun 2016 menjadi 68% di tahun 2018 (4) Pelatihan MESO aktif telah disosialisasikan pada petugas kesehatan di 1 RS Rujukan dan 8 RS TBC RO di Provinsi Papua serta Kabupaten Mimika dengan fasyankes satelit (5) Jumlah pasien Pengobatan Jangka Pendek (STR) diawali dari 36 pasien (tahun 2018) dan tahun (2019 Q1) : 23 pasien , sampai saat ini sudah sembuh 5 orang. Terkait laboratorium (1) Dalam kurun waktu 2017-2018 ada sekitar 12 mesin TCM yang ditambahkan di Prov. Papua dan terdapat 6 site TCM yang diberikan penguatan jejaring internal/ eksternal rujukan spesimen, 4 diantaranya adalah wilayah CTB (2) Utilisasi TCM di 4 Kabupaten/Kota sudah diatas 80%, 3 diantaranya adalah wilayah CTB (3) Jejaring TCM termasuk SITRUST sudah diimplementasikan di 3 Kab (Kota Jayapura, Mimika, dan Jayawijaya). Sebanyak 75% Dokter Praktik Mandiri (DPM) di Kab. Mimika dan 96% DPM di Kota Jayapura sudah menginstall Aplikasi WiFi TB (Wajib Notifikasi TB). RAD Penanggulangan TBC di Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten/Kota telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Daerah. Challenge TB bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah mendorong replikasi RAD Penanggulangan TBC tersebut ke 10 Kabupaten di luar dampingan CTB. Dimana pendampingan penyusunan dilakukan oleh Tim RAD Penanggulangan TBC tingkat Provinsi Papua yang telah dilatih. Bpk. Vinsensius Sigit Raharjo, Wasor TB Merauke yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan ketertarikannya dengan RAD, “Kami akan menyelesaikan RAD TB kami yang tertahan dari tahun 2017 beban itu harus kami selesaikan karena penyakit TBC adalah hal yang penting. Dengan adanya kegiatan ini kami ingin belajar menarik Dokter Praktik Mandiri (DPM) untuk berperan serta dalam proses penjaringan kasus TB hanya mereka menjaring tapi bagi kami mereka tidak boleh mengobati karena obatnya ada di puskesmas mereka harus mengirim ke puskesmas dan jejaring itu yang akan kami bangun.”, katanya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibu Sugiarsih, Wasor Nabire dalam hal manajemen tuberkulosis resistan obat "Saat ini kami harus berjuang dan bekerja keras untuk bisa meningkatkan jejaring dan meningkatkan komitmen agar dapat melakukan rencana kedepan yang lebih fokus kepada penemuan peningkatan kemudian jangan sampai ada kasus TB yang loss to follow up. Di wilayah papua pasien kerap berpindah tempat kemudian DO atau pasien itu tidak ada di tempat yang tercatat di alamat. Perihal TB RO yang menjadi masalah besar bagi kami karena banyak yang akhirnya tidak bersedia menjalankan pengobatan.”katanya. Beliau juga mengharapkan perwakilan dari Dinkes provinsi Papua yang bisa memfasilitasi Dinkes Kab. Nabire bertemu wilayah adat Mepago untuk membahas permasalahan TB disana.

Zen Hafy, FHI 360 Country Director, Indonesia

Erik Post, Chief of Party Challenge TB Indonesia/ KNCV Country Director memperkenalkan tim CTB Papua

Sulistya Widada, Subdit TB Kasi TB sensitif obat Kemenkes RI.

dr. Silwanus Sumule, Sp. OG(K), Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Pemberian kenang-kenangan dari Challenge TB untuk Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura dan RSUD Jayapura.

Foto bersama.

Pembukaan pameran A Story of Hope.

Erik Post menjelaskan tentang A Story of Hope.

Erik Post menjelaskan tentang estimasi TB di Indonesia berdasarkan Global Report.

Peserta lokakarya sedang membaca panel cerita pasien.

Bey Sonata, Direktur Teknis Challenge TB.

Talkshow DPPM.

Talkshow DPPM.

Suasana kelas RAD.

Pembelajaran baik RAD penanggulangan TBC oleh Pak Mathias Halitopo Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab. Jayawijaya.

Berbagi pembelajaran baik tentang Aplikasi Sitrust oleh staf Balai Laboratorium Kesehatan Prov. Papua (Ibu Kamla), Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Jayapura (dr. Isye Ayomi), dan staf Puskesmas Kotaraja, Kota Jayapura ( Ibu Nurayni Irjayanti).

Berbagi pembelajaran baik tentang kolaborasi TB-HIV oleh Penangungjawab Poli TB-RO RSUD Jayapura (Ibu Sitti Soltief), staf Puskesmas Wamena Kota, Kab. Jayawijaya (dr. Astrid) dan Wasor TB Dinkes Kab. Jayawijaya ( Pak Irwan Bachry).

Suasana Kelas PMDT.

 

Pembelajaran baik tentang Layanan PMDT RSUD Abepura Provinsi Papua oleh dr. Helena Pakiding, Sp.P (Penanggungjawab Poli TB-RO RSUD Abepura).

Pembelajaran baik tentang Kolaborasi TB-HIV oleh Wasor TB Dinkes Kab. Jayawijaya, Pak Irwan Bachry.

Dimmy dan Aldi, membawakan lagu yang mereka ciptakan sebagai lagu pengiring film JAS TBC (Jangan Anggap Sepele TBC) dari SMA Teruna Bakti, Juara 1 Festival Film Tuberkulosis.

Pohon komitmen.

Penyerahan plakat kenang-kenangan CTB kepada RSUD Abepura yg diwakili oleh Penanggungjawab Poli TB-RO RSUD Abepura, dr. Helena Pakiding, Sp.P.

Beeri Wopari, Kepala UPT ATM Dinas Kesehatan Papua.

Foto Bersama di akhir lokakarya.

 

Sumber : facebook.com