Lokakarya Pembelajaran Challenge TB di Provinsi Jawa Timur

Surabaya, 25 April 2019 - “Proyek ada akhirnya namun eradikasi tuberkulosis masih lama, perlu kekuatan, daya tahan untuk menyelesaikan sampai dengan tahun 2050” kata Dr. Setya Budiono M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya saat acara Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 dan Lokakarya Berbagi Pembelajaran dari Challenge TB Provinsi Jawa Timur.

Beliau juga mengatakan dengan estimasi insiden TBC di Jatim sebanyak 7.000, masih banyak tantangan khususnya dari sisi penemuan kasus. Pendampingan CTB di Jatim telah menampakkan hasil, khususnya di dua Kabupaten yaitu Jember dan Tulung Agung, maka upaya yang dilakukan dapat menjadi panutan dan diterapkan di kabupaten lain. Beliau juga memberikan apresiasi untuk dua kabupaten yang dipilih di Jatim dan ternyata mampu dan memuaskan, dengan komitment yang luar biasa, agar tetap dipertahankan.

Beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya adalah; adanya kegiatan MICA secara rutin dengan dana APBD di Kabupaten Jember dan Tulungagung, pasien TBC RO yang diobati menunjukkan tren meningkat : 63% (2016), 90% ( 2017) dn 100% (2018). Hingga tahun 2019 Provinsi Jatim memiliki 116 alat TCM yang tersebar di 34 Kab Kota. Terkait pelibatan Dokter Praktik Mandiri (DPM) hingga bulan Maret 2019 sebanyak 119 DPM sudah menginstall aplikasi Wifi TB dari total 209 DPM dan sudah melaporkan penemuan terduga maupun kasus TBC, begitu juga dengan Koalisi Organisasi Profesi TB (KOPI TB) telah terbentuk di Provinsi Jatim, Kab. Tulungaung dan Jember sudah terbentuk. Sedangkan untuk Rencana Aksi Daerah (RAD), Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Jember sudah memiliki RAD dan disahkan dengan Peraturan Bupati pada bulan Agustus 2017 (Tulungaguang) dan Januari 2018 (Jember). Kabupaten lain yang dalam proses pengesahan Peraturan Bupati adalah Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Blitar.

Dalam lokakarya ini juga dilangsungkan talkshow dengan fokus DPPM, dengan narasumber dr Kasil Rohmat , dr Hendro S Mkes MARS, Dyah Kisworini S.KM, M.Si dan dr. Dikki Pramulya sebagai moderator.

Lokakarya pembelajaran yang dihadiri oleh 136 peserta perwakilan dari 38 kabupaten di Jawa Timur dibagi menjadi 4 kelas kecil sesuai dengan focus area teknis seperti: MTPTRO, WiFi TB, RAD dan Lab. Dalam lokakarya ini dua kabupaten, Tulungagung dan Jember memaparkan kegiatan sekaligus berbagi pengalaman mereka termasuk mengidentifikasikan praktik-praktik yang baik, tantangan-tantangan, dampak yang mereka rasakan serta berinteraksi bersama peserta dan sekaligus mendiskusikan cara terbaik untuk dapat mencapai keberlanjutan program untuk eliminasi TBC di provinsi Jatim.

Muara dari lokakarya pembelajaran ini adalah ketertarikan dari kabupaten lain untuk mereplikasi pendekatan yang telah dilakukan, misalnya Kota Madiun yang akan mereplikasi RAD dan saat ini sedang meningkatkan jejaring internal dan memperbaiki pencatatan dan pelaporan ke DKK. Lalu, Kab Ponorogo juga akan mereplikasi RAD dan akan memanfaatkan dana BOK dan Dana Desa, berikutnya akan mengadvokasi internal DinKes dan PemKab. Sedangkan Kota Blitar yang status RADnya sedang dalam proses pengesahan bupati akan mereplikasi pendekatan MTPTRO dan akan menyiapkan regulasi sebelum sarana prasarana. pendekatan MTPTRO juga akan direplikasi oleh Kota Lamongan yang saat ini sudah memiliki SDM tetapi minim fasilitas. (TR)

Pameran A story of Hope

Pohon Komitmen

Sertifikat Apresiasi mitra Challenge TB di Jawa Timur

Foto bersama

Klik di sini untuk akses dokumentasi foto lainnya