Lokakarya Pembelajaran Challenge TB Sumatera Utara

Pada tanggal 13 April yang lalu, diadakan Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 di Sumatra Utara yang ditandai dengan peluncuran Rencana Aksi Daerah serta Lokakarya Pembelajaran Proyek Challenge TB. Proyek Challenge TB akan berakhir pada tahun 2019, selama 5 tahun, Challenge TB telah bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu eliminasi TBC di Indonesia. Selanjutnya semua kegiatan dari KNCV akan berakhir pada bulan juni 2019, namun untuk kegiatan pendampingan teknis akan dilaksanakan sampai Mei 2019.

Sambutan dan Pembukaan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

Oleh karena itu dengan adanya acara lokakarya ini diharapkan implikasi pendekatan, baik pendekatan dalam penemuan kasus atau integrasi masalah dalam pelayanan kesehatan, yang telah dilakukan Challenge TB dapat menjadi pembelajaran bagi kabupaten lain di Sumatra Utara. Peluncuran aksi daerah dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, dalam sambutannya beliau menghimbau agar dinas kesehatan meningkatkan upayanya agar Sumatra Utara dapat bebas TBC di tahun 2020. “Anda bisa bayangkan anak kita yang sangat pintar, intelijen, dan memiliki talenta, tau-tau dia tercemar dengan penyakit TBC. Alangkah sayangnya. Padahal 40-50 tahun yang akan datang mungkin mereka bisa menjadi calon presiden tetapi karena kita orang tua yang tidak mengerti, kita tidak dapat melindungi anak. Pastinya melalui orang tuanya atau lingkungannya. Kita begitu rugi. Kita harus memasang target. Satu suster untuk 10 pasien, setiap pagi dan malam diingatkan oleh suster supaya disiplin minum obatnya. Target kami 2020 Sumatera Utara bebas TBC”, tegas Gubernur Edy yang saat itu didampingi Ibu Gubernur, Nawal Lubis Rahmayadi.

Sambutan dari Erik Post, Challenge TB Chief of Party didampingi tim CTB Sumut

Pendekatan yang dilakukan Challenge TB Sumatra Utara dan Dinas Kesehatan baik di Deli Serdang dan Kota Medan, telah menghasilkan beberapa kemajuan diantaranya:

  • Adanya 18 rumah sakit yang sekarang menjadi rumah sakit rujukan dan dapat mengobati pasien TBC-RO
  • Audit klinis telah dilakukan di 13 rumah sakit di Sumatra Utara 
  • Diseminasi MICA (Monthly Interim Cohort Analysis) telah dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatra Utara. 
  • Hampir 100% puskesmas dan 76% rumah sakit umum maupun swasta telah menerapkan jejaring internal dan eksternal melalui pendekatan District Public Private Mix, yang sebelumnya tuberkulosis hanya menjadi tanggung jawab wasor TBC atau dokter pengelola program. 
  • KOPI (Koalisi Organisasi Profesi) TBC sudah terbentuk di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. 
  • Kontribusi DPM (Dokter Praktik Mandiri) dalam penanggulangan TBC dapat terlihat dari hampir 87% DPM di Kota Medan dan Deli Serdang memiliki akun WiFi TB. 
  • Sesuai dengan Permenkes 67/2016 Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang telah menerapkan pemeriksaan untuk tuberkulosis Sensitive obat dengan Genexpert 
  • Sejak 2017 di wilayah CTB, keikutsertaan PME (Pemeriksaan Mutu Eksternal) dan kinerja pembuatan dan pembacaan miksroskopis BTA mengalami peningkatan yang signifikan.
  • Fasilitasi Rencana Aksi Daerah telah dilakukan di 10 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota di Sumatra Utara.
  • RAD Kota Medan dan Deli Serdang telah diresmikan dan diikuti oleh Instruksi Gubernur yang diluncurkan pada tanggal 13 April 2018.
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumut telah membentuk Tim RAD yang terdiri dari akademisi, klinisi, wakil pemerintah, tokoh masyarakat yang dapat memfasilitasi pembentukan RAD.

Talkshow topik DPPM dengan narasumber: IDI, Kadinkes Deli Serdang dan Kota Medan (diwakilkan), Kabid P2P Dinkes Provinsi Sumut, IDI dan BPJS dengan moderator pengelola program TB Dinkes Provinsi Sumut Ibu Rina

Kegiatan berbagi pembelajaran diawali dengan talkshow fokus pada topik DPPM dengan narasumber: IDI, Kadinkes Deli Serdang dan Kota Medan (diwakilkan), Kabid P2P Dinkes Provinsi Sumut, IDI dan BPJS dengan moderator pengelola program TB Dinkes Provinsi Sumut Ibu Rina. Kemudian pembelajaran dilakukan secara spesifik per topik, ada 5 topik yang menjadi bahan pembelajaran yaitu (1) Rencana Aksi Daerah (RAD), (2) MTPTRO (Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat), (3) DPPM (District Public Private Mix), (4) Surveilans dan, (5) Laboratorium. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 32 kabupaten/kota, kecuali kabupaten Nias Utara yang berhalangan hadir.

Pohon Komitmen

Dari acara ini, beberapa perwakilan kabupaten/kota terinspirasi untuk menerapkan beberapa pendekatan yang telah dilakukan Challenge TB, diantaranya:

  1. Kabupaten Karo (Wasor dan Kepala Dinkes), hampir semua pendekatan yang dipilih, tetapi yang diprioritaskan, antara lain: MICA akan dirutinkan dan diharapkan dapat menggunakan dana BOK, Dashboard TB diharapkan dapat diemail, KOPI TB pembentukan akan dilakukan pada tanggal 16 April 2019, terkait WiFi TB agak kesulitan diimplementasi karena susahnya signal dan tidak semua tenaga Kesehatan memiliki android.
  2. Kabupaten Humbang Hasundutan (Wasor: Hertati Nababan), pendekatan yang diprioritaskan; dashboard TB karena sangat membantu dalam pelaporan terutama dari PKM dan RS ke Kabupaten, DPPM, CDR rendah hanya sekitar 32% dan akan melakukan Tim PPM dengan anggota dari organisasi profesi, DPM, klinik swasta, WiFi TB, aplikasinya tidak rumit dan akan melibatkan perawat dalam penerapannya tidak membebankan ke dokter.
  3. Kabupaten Asahan (Wasor: Nova Sri Mugiawati), pendekatan yang diprioritaskan RAD, alasannya karen Bappeda belum terlibat dan belum mendapat informasi tentang TBC, termasuk juga stakeholders yang lain seperti Dinas Sosial, diharapkan semuanya dapat meringankan pasien TBC dalam berobat, MTPTRO, dengan melibatkan TAK yang aktif yaitu dr. Nini Deritana, Sp.P Untuk melakukan MICA, saat ini ada sekitar 35 orang pasien TB RO dalam kurun waktu 1,5 tahun dan 30%default. Dengan adanya MICA dan Mini cohort dapat membicarakan tentang managemen efek samping dan regimennya.
  4. Tapanuli Selatan (dr. Sri Khairunnisa selaku Plt Kadinkes): RAD, setelah mendengar best practise dari Deli Serdang dan Kota Medan, beliau termotivasi dan mendapat energi baru, karena sebenarnya sudah mendapat dukungan dari Bappeda dan sudah diingatkan juga agar untuk pelaksanaan RAD dapat dimasukan ke APBD. DPPM, Untuk pembentukan dapat menggunakan dana CSR, saat ini dana CSR kami gunakan untuk pembentukan kader TB. (TR/AR)

Pameran A Story of Hope

Kenang-kenangan baju It's Time To End TB diberikan kepada Gubernur Sumut beserta Ibu

Erik Post menjelaskan tentang Challenge TB, salah satu panel di Pameran A Story of Hope

Gubernur Edy menandatangani komitmen Sumut Bebas TBC

Foto perwakilan Kadinkes dengan Gubernur Sumut

Foto Panitia bersama dengan Gubernur

Listiani, ketua Pesat (Group Mantan Pasien TB MDR) menjelaskan tentang panel cerita pasien yang diambil dari kisahnya sendiri

Foto bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut

 

Dokumentasi foto lainnya bisa diakses dengan klik di sini