Soft Launching Zero Tuberculosis Komitmen Pemerintah dalam Penanggulangan TBC

Pada tanggal 13 Maret 2019, Challenge TB bersama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada mengadakan acara Soft Launching Zero Tuberculosis untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam kegiatan eliminasi Tuberkulosis di Yogyakarta. Bertempat di Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran,  acara ini dihadiri oleh beberapa tamu kehormatan yaitu dr. Riris Andono Ahmad, MPH selaku Dekan FKKMK UGM, William Slater selaku Direktur Kesehatan dari USAID, dr. Siti Wahyuningsih, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan dr. Mochamad Mastur, MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

Dalam kata sambutannya, dr. Riris sebagai dekan FKKMK UGM menyampaikan bahwa penyakit TBC merupakan salah satu penyakit yang menjadi fokus utama bagi pusat kedokteran tropis. Selain dari itu, ia juga turut menyinggung tentang kontribusi yang telah diberikan oleh Universitas Gadjah Mada bagi masyarakat Yogyakarta salah satunya terwujud dengan menjadi pilot project hospital DOTS linkage di Yogyakarta, penyediaan tes HIV gratis bagi warga Yogyakarta, pengembangan kurikulum materi tentang TBC bagi mahasiswa UGM, dan juga partisipasi dalam penulisan proposal global fund. Dr. Riris menyampaikan apresiasinya terhadap rekan kerjasama ChallengeTB serta berharap akan adanya kerjasama selanjutnya di masa depan.

Selain itu, Bpk. William Slater dari USAID turut menyampaikan arti dibalik tema pameran "A Story of Hope" dimana sebagai masyarakat dunia global, tugas kita adalah untuk memerangi penyakit kuno seperti tuberkulosis yang sudah ada sejak awal peradaban manusia. Ia pun menyatakan bahwa masih ada harapan bagi kita untuk eliminasi TBC dan satu-satunya cara adalah jika kita semua bekerja sama dan bekerja keras untuk menanggulangi penyakit Tuberkulosis. Bapak Irmawan selaku staf perwakilan untuk Walikota juga menyampaikan kekhawatiran beliau bagi masyarakat Yogyakarta dan berharap untuk dapat mencegah terjadinya fenomena gunung es dimana sebenarnya banyak kasus TBC yang belum terdeteksi di Daerah Istimewa Yogyakarta.



Memasuki topik komitmen pemerintah, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Siti Wahyuningsih menyinggung tentang masalah TBC yang merupakan masalah bersama bukan hanya masalah orang-orang yang bergerak di bidang kesehatan. Inilah yang menurut beliau harus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, menurut dr. Siti, masalah penyebaran TBC adalah masalah yang mendesak dan harus segera ditangani. Beliau juga turut menyampaikan bahwa telah dimunculkan Rencana Aksi Daerah (RAD) khusus penanggulangan TBC sebagai bukti agar semua stakeholder harus turut berperan serta dalam penanganan kasus Tuberkulosis di Yogyakarta.

Bagi dr. Mochamad Mastur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, ada 3 strategi utama pemerintah dalam usaha menanggulangi penyakit TBC yakni yang pertama adalah memperoleh komitmen dari semua stakeholder, kedua memastikan program penanggulangan TBC sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023 sehingga menjamin program eliminasi TBC dapat diperhatikan sebagai salah satu prioritas pemerintah, dan yang ketiga adalah menggerakan secara bersama-sama potensi Tulungagung sebagai satu kesatuan untuk menanggulangi penyakit TBC baik dari sektor pemerintahan, instansi pendidikan, kesehatan, organisasi, perorangan, serta LSM dapat bekerja sama sebagai satu sistem utama dalam penanggulangan dan penanganan TBC.

Acara ini juga menampilkan pameran "Story of Hope" yang dibawa dari Candi Borobudur pada hari sebelumnya, sekaligus pembagian hadiah kepada tiga pemenang lomba foto Zero Tuberculosis.(MT/TR/AR/AJS)

Untuk dokumentasi dapat klik di tautan:  di sini.