Tips & Trik Peningkatan Capaian Utilisasi Tes Cepat Molekuler >80%: Best Practice dari Advokasi Manajemen Fasilitas Layanan Kesehatan dalam Menyukseskan Keberhasilan Komponen Program Laboratorium TBC di Jakarta Timur

Tidak dipungkiri bahwa keberhasilan suatu program sangat bergantung pada advokasi dan komitmen bersama dari berbagai stakeholders yang terlibat. Menurut Mathis and Jackson dalam Sopiah (2008, hal 155), komitmen organisasi adalah derajat dimana karyawan percaya dan menerima tujuan organisasi dan akan tetap tinggal atau tidak akan meninggalkan organisasi. Berdasarkan teori tersebut, peran suku dinas kesehatan menjadi yang paling krusial dalam mengadvokasi kebijakan yang diturunkan dari level provinsi agar dapat diimplementasikan ke fasilitas layanan kesehatan (faskes) di bawah sesuai dengan ketentuan program TB nasional.

Salah satu bukti nyata dari teori diatas adalah keberhasilan peningkatan capaian utilisasi TCM > 80% di Jakarta Timur setelah dilakukan advokasi ke tingkat managemen faskes TCM di tahun 2019 padahal di 2018 masih banyak faskes TCM di Jakarta Timur yang utilisasinya dibawah 60% meskipun telah diperbantukan dengan layanan pengiriman sputum dengan aplikasi SITRUST.

“Alhamdulillah, senang banget rasanya kerja keras tim TBC di Jakarta Timur yang berbuah manis”, ujar dr.Ngabila Salama, Wasor TBC – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur (2015-Februari 2019)”.

Hal ini tercapai berkat dukungan seluruh pejuang TBC di Jakarta Timur, manajemen faskes TCM, Challenge TB - KNCV DKI Jakarta, dan Global Fund yang diwujudkan dengan penandatanganan komitmen pada tanggal 13 Februari 2019 di Sudinkes Jakarta Timur yang dihadiri oleh Kepala YanMed RS, Kepala Puskesmas, Petugas Laboratorium, dan Penanggungjawab Program TBC di RS atau Puskesmas di Jaktim yang memiliki TCM. Dengan utilisasi TCM yang tinggi diharapkan penemuan kasus TBC sensitif maupun resisten obat dapat meningkat dan TOSS TBC dapat tercapai sehingga memutus mata rantai penularan TBC. Semoga penanggulangan TBC di Jakarta Timur akan jauh lebih baik lagi kedepannya.

Berikut terlampir bentuk komitmen yang diadvokasikan oleh Sudinkes Jakarta Timur, sekiranya best practice ini dapat diduplikasikan ke distrik DKI Jakarta yang lain atau provinsi lain maka kedepannya implementasi program TBC nasional dapat semakin sustainable diseluruh wilayah di Indonesia.

Komitmen Optimalisasi Utilisasi TCM 100% untuk 13 faskes TCM Program TBC di Jakarta Timur

  1. Meningkatkan utilisasi TCM per bulan Februari 2019 menjadi 100%
  2. Jika utilisasi TCM sampai dengan bulan Maret belum mencapai target 100% maka akan diberikan surat teguran (pemberitahuan) oleh Sudinkes Jakarta Timur kepada manajemen dan akan dilakukan supervisi langsung ke faskes tersebut oleh Sudinkes Jakarta Timur bersama dengan (Dinas Kesehatan) Dinkes Provinsi DKI Jakarta
  3. Melakukan pencatatan pelaporan eTB manager 100% dari penggunaan TCM per Januari 2019.
  4. Menyiapkan tenaga admin penginputan eTB manager yang akan dilatih Sudinkes Jakarta Timur.
  5. Melakukan klaim triwulan utilisasi TCM ke Dinkes Prov DKI Jakarta sebesar RP 25.000,- per pasien dengan syarat eTB manager terisi lengkap.
  6. Memberikan reward bagi petugas pelaksana TCM, petugas admin, dan petugas klaim TCM disesuaikan dengan kebijakan masing-masing faskes.
  7. Melakukan permintaan pot sputum steril dan masker N95 untuk petugas laboratorium.
  8. Mengirimkan laporan utilisasi TCM dan TB04 excel perbulan maksimal tanggal 5 bulan berikutnya ke email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Besar harapan positif dari seluruh stakeholders terkait, meyakini bahwa kedepan nya faskes TCM di Jakarta Timur dapat meningkatkan utilisasi TCM nya menjadi 100%, melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 80% dengan sistem pencatatan dan pelaporan yang baik pula (CLI/NS).