DKI Jakarta Kini Memiliki Laboratorium Rujukan Intermediet (LRI) di Setiap Wilayah Pendampingan CHALLENGE TB

Dengan akan berakhirnya pendampingan KNCV melalui proyek Challenge TB DKI Jakarta pada pertengahan tahun 2019 maka tuntas sudah salah satu visi misi dari pendampingan tersebut dalam program penganggulangan TBC yaitu menciptakan suatu sistem pemantapan mutu eksternal terstandarisasi nasional demi ketepatan diagnosis dan follow up pengobatan TBC di Indonesia.

Adapun di dalam sistem tersebut ditargetkan bahwa setiap kabupaten yang didampingi oleh Challenge TB diharapkan dapat mampu memiliki minimal satu LRI (Laboratorium Rujukan Intermediate) dan melayani quality control atas seluruh faskes pemberi layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC dapat berpartisipasi dalam program PME (Pemantapan Mutu Eksternal). Untuk DKI Jakarta sendiri, terdapat 5 distrik pendampingan Challenge TB yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Proses pembentukan LRI telah berjalan di tahun 2017 dan pada saat itu RSUD Pasar Rebo yang menjadi LRI pertama untuk wilayah Jakarta Timur dan pada tahun 2018 dikuti oleh 3 RSUD lainnya yaitu RSUD Pasar Minggu (Jakarta Selatan), RSUD Koja (Jakarta Utara), dan RSUD Cengkareng (Jakarta Barat). Dalam kurun waktu tersebut Jakarta Pusat masih belum memiliki LRI sehingga tanggung jawab tersebut dipegang oleh labkesda selaku Laboratorium Rujukan Provinsi DKI Jakarta.

Setelah berproses sejak Desember 2018, dengan dukungan dari Dinkes DKI Jakarta, Sudinkes Jakarta Pusat, Labkesda, BLK Jawa Barat, dan CTB DKI Jakarta dilakukan on the job training secara intensif kepada petugas laboratorium RSUD Tarakan untuk mempersiapkan RSUD Tarakan sebagai LRI bagi wilayah Jakarta Pusat maka Maret 2019 RSUD Tarakan secara resmi dinyatakan lulus ujian panel pemeriksaan mikroskopis TB oleh labkesda dan dinyatakan mampu untuk menjadi LRI mulai TW 1 (2019).

Pada tanggal 5 Maret 2019 di RSUD Tarakan, dilakukan audiensi dengan pihak manajemen dan tim laboratorium mikrobiologi RSUD Tarakan bersama dengan Dinkes DKI Jakarta, Sudinkes Jakarta Pusat, Labkesda, BLK Jawa Barat, dan CTB DKI Jakarta untuk mendiskusikan terkait teknis pelaksanaan pemindahan tupoksi LRI Jakarta Pusat dari LRP (Labkesda) kepada LRI yang baru yaitu RSUD Tarakan. Hal ini sekaligus menyemarakkan selebrasi HTBS (Hari TB sedunia) pada 24 Maret 2019 untuk wilayah Jakarta Pusat melalui launching nya RSUD Tarakan sebagai LRI terakhir yang dimandatkan oleh program TB nasional dalam pendampingan mitra KNCV (CTB DKI Jakarta).

Selamat bertugas bagi tim RSUD Tarakan sebagai LRI yang baru dan semoga legacy ini dapat diimplementasikan pula ke distrik lain baik di DKI Jakarta yang tidak didampingi oleh CTB maupun distrik-distrik provinsi lain di seluruh Indonesia. (CLI/AR)