Pertemuan Persiapan dan Penandatanganan Keikutsertaan Faskes Swasta di Jakarta Timur untuk Berpartisipasi dalam PME (Pemantapan Mutu Eksternal)

Kasus tuberkulosis masih merupakan momok bagi Indonesia meskipun WHO telah merilis peringkat terbaru di tahun 2019 terkait beban TB dunia yang menyebutkan bahwa Indonesia mengalami perbaikan dari peringkat kedua menjadi ketiga untuk saat ini.

Hal ini berarti bahwa upaya yang lebih keras lagi masih perlu ditingkatkan diseluruh jajaran praktisi kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah keterlibatan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dari pemeriksaan mikroskopis TB yang berlangsung di layanan faskes Indonesia khususnya adalah sektor swasta. Pemerintah Indonesia sendiri telah memberikan maklumat dalam Permenkes Nomor 41 tahun 2010, terkait keterlibatan laboratorium swasta yang seyogyanya diminta untuk turut mendukung program kesehatan nasional dan berpartisipasi dalam PME. Khusus dalam pelayanan pemeriksaan diagnosis TB, LKS (Laboratorium Klinik Swasta) wajib melapor kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terkait (mandatory notification). Meskipun telah terdapat himbauan tersebut, belum seluruh faskes swasta menganggap keterlibatan PME ini sebagai suatu hal wajib karena akreditasi khususnya RS dan Lab swasta masih terbatas pada PME yang dikeluarkan oleh divisi patklin (Patologi Klinik) saja.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri melalui dukungan Challenge TB DKI Jakarta, melihat bahwa target partisipasi sektor swasta dalam PME sebagai hal yang penting untuk mulai digarap. Hal ini sesuai dengan Pergub No.18 tahun 2018 terkait Penanggulangan tuberkulosis. Akhirnya hingga Maret 2019 ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah berhasil melakukan advokasi atas keterlibatan 4 faskes swasta di tahun 2019 guna mengakomodir kebutuhan program TB nasional dalam meningkatkan angka temuan kasus TB dan keberhasilan pegobatan TB yang terstandarisasi nasional secara tuntas. Untuk DKI Jakarta, partisipasi sektor swasta telah pertama kali digarap di Jakarta Barat melalui keterlibatan faskes Lab ABC. Hal ini kemudian diikuti oleh distrik lain yaitu wilayah Jakarta Timur seperti Lab swasta (Lab Pramita Matraman), klinik swasta (Klinik Dewa Medika), dan RS Swasta tambahan (RS Antam Medika) di TW 1 (2019). Besar harapan agar best practice dari dinkes DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya.

Selamat datang dan selamat bergabung bagi ketiga faskes swasta Jaktim yang baru terlibat dalam pelaksanaan program Penanggulangan TB khususnya dalam PME laboratorium bakteriologis. Acara penandatanganan komitmen ketiga faskes swasta di Jakarta Timur dilakukan di Sudinkes Jaktim pada 5 Maret 2019 (CLI/AR).