Perawat untuk Eliminasi Tuberkulosis

Sekitar 130 perawat perwakilan dari 36 negara hadir di acara ‘TB Nursing Care around the World’. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama dan diadakan bersamaan saat acara Union World Conference pada tanggal 27 Oktober yang lalu. Dalam acara ini beberapa perwakilan perawat dari 5 negara berbagi tentang pengalaman mereka dalam penanggulangan tuberkulosis.

Salah satu perwakilan perawat dari Indonesia yang turut hadir adalah Mohamad Ibrohim Adham, perawat tuberkulosis resistan obat di Puskesmas Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Beberapa hal yang diperoleh Adham saat mengikuti kegiatan ini adalah adanya tekhnologi baru untuk memantau pasien TBC, salah satunya adalah 99Dots dari india. 99dots merupakan aplikasi bebas pulsa untuk komunikasi antara petugas dan pasien. “Saya juga dapat mengetahui salah satu cara mengatasi permasalahan stigma petugas kesehatan dan masyarakat terhadap pasien TBC, dengan meningkatkan edukasi dan pendekatan. Serta pentingnya melakukan pelatihan TBC kepada petugas kesehatan dan masyarakat dalam rangka upaya peningkatan capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC” kata Adham tentang pengalamannya.

Menurut Adham, hal penting dalam pelayanan keperawatan TBC adalah melakukan kegiatan berbasis masyarakat, melibatkan keluarga pasien dan melakukan investigasi kontak untuk meningkatkan penemuan kasus dan menurunkan kasus penularan TBC. Adham terkesan dengan pengalaman Ibu Deepti dari India, mantan pasien TB Resistan Obat terkait stigma yang diperolehnya, tidak hanya dari keluarga, masyarakat tetapi juga dari tenaga kesehatan. Selain itu Prakash Sonawane, seorang perawat dengan inovasi yang luar biasa kendati usianya tidak muda lagi.

Untuk dokumentasi tentang pertemuan ‘TB Nursing Care around the World’ dapat disimak di tautan berikut ini: