Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pendekatan PPM Berbasis Kabupaten/Kota di Surakarta

Surakarta, pada Selasa, 18 Desember 2018. Kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pendekatan Public-Private-Mix (PPM) Berbasis Kabupaten / Kota di Surakarta dihelat. Dibuka oleh Bapak Imran Pambudi – Kepala Subdit TB, Erik Post – Direktur CTB, dan Ibu Purwanti, SKM, M.Kes - Sekertaris Kadinkes Surakarta. Menurut Kasubdit TB pada pembukaan kegiatan tersebut yaitu bahwa Indonesia saat ini mendapatkan peringkat ketiga dengan beban TBC di dunia sehingga yang terpenting adalah dengan mencatat pelaporan, dan meningkatkan pelayanan.

Penerapan Implementasi DPPM di Kota Surakarta, menurut Sekretaris Kadinkes Surakarta, Ibu Purwanti, S.KM, M. Kes. Bahwa sudah dilaksanakan DPPM di 17 Puskesmas dan 14 Rumah Sakit (RS). Kegiatan tersebut dilaksanakan pula oleh Sub Award dari CTB yakni; IAKMI, PDPI dan Semar. Implementasi pada Puskesmas sudah terlaksana 100% untuk jejaring internal dan eksternal, sedangkan di RS sudah 93%. Pelaksanaa ISTC di Rumah Sakit juga sudah berjalan dengan baik. Tahapan yang dilalui melalui audiensi, sosialisasi, rekrutmen, pembekalan, penilaian mandiri, penyusunan SPO, dan seminar WIFI TB.

Menurut Wasor TB Surakarta - Ibu Hartati, penemuan kasus TBC pada anak sudah mencapai target 12%. Jumlah balita yang mendapatkan PP INH didapatkan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) dan sembilan Rumah Sakit.

Total Klinik dan Dokter Praktek Mandiri sebanyak 209, yang terdaftar WIFI TB 43, 26 sudah terverifikasi. Terduga kasus TB yang terlaporkan ada 1 kasus dan 3 suspek. Trend penemuan terduga TBC dengan pemeriksaan TCM di Puskesmas dan Rumah Sakit sudah 100%, tetapi yang tidak terlaporkan di SITT berdasarkan sisir kasus masih ada yang belum TCM.

Utilisasi TCM saat ini untuk RS Kasih Ibu sudah mencapai lebih dari 80%. Proporsi pasien TBC yang sudah diketahui berdasarkan status HIV sudah mencapai 95%, sedangkan di RS sebanyak 63%. Proporsi pasien yang mendapat ARV di BBKPM dan RS sebanyak 63%. Kaskade penemuan TBC dan PP INH pada ODHA di BBKPM dan RS terintervensi sebanyak 25%. Pasien DM yang berhasil dilakukan skrining TBC sebanyak 91%.

Hasil kesepakatan dari kegiatan ini adalah: 

  • Kegiatan ini baik untuk dilanjutkan di Kota Surakarta
  • Kegiatan akan memakai dana BOK untuk Puskesmas, yang basisnya kota kabupaten menggunakan dana APBD
  • Penggunaan Fasilitator akan dikaji ulang
  • WIFI TB perlu ketegasan apakah memerlukan advokasi dengan BPJS atau yankes terkait dengan SIP
  • Pembuatan SOP untuk pelaksanaan DPPM dengan check list akan didokumentasikan menjadi lesson learned yang dijadikan SOP dan akan dibagikan kepada faskes
  • Mengatasi gap link pada WIFI TB agar bisa diisi melalui web atau dengan memberikan informasi tambahan tentang penggunaan aplikasi tersebut
  • Kader bisa sampai pada tingkat RT dan diberi perlindungan dengan menggunakan masker
  • Pendekatan TB HIV akan diupayakan dan pemberian PP INH pada ODHA perlu ditingkatkan karena di Surakarta pengaplikasiannya masih sangat kurang

Kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pendekatan PPM Berbasis Kabupaten/Kota akan dilanjutkan di kota Semarang, pada Rabu 19 Desember 2018. (D/ARS)