Bisakah anda bayangkan bila kita harus menghabiskan 20 butir obat per hari atau  600 butir obat dalam sebulan atau total 114.000 butir dalam 19 bulan masa pengobatan?  apalagi ditambah bonus efek samping yang harus dirasakan.  Tentu sangat berat bukan?

Pribahasa mengatakan "Kuman di sebarang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak". Pribahasa ini mengandung pengertian bahwa kita sering melihat sebuah persoalan yang jauh dari jangkauan  namun kita cenderung melupakan masalah yang ada di sekeliling kita.  Hal ini dapat terjadi di pelbagai bidang, tidak terkecuali di program pemberantasan Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Program pemberantasan TB kadang melupakan pengetahuan masyarakat tentang TB itu sendiri. Apakah masyarakat kebanyakan tahu apa itu TB? Dan apakah orang yang sudah tahu masih menganggap TB itu berbahaya? Berdasarkan pertanyaan sederhana inilah, KNCV/TB CARE I ingin menggugah kesadaraan masyarakat umum secara langsung melalui peringatan Hari TB Sedunia 2014.

Apakah jaminan yang dapat diberikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada pasien? Apakah Pasien sebagai penerima jasa kesehatan telah mendapatkan pelayanan yang memenuhi standar pemerintah? Hal ini perlu diperhatikan karena pasien mempunyai hak penuh untuk mendapatkan pelayanan terbaik di fasyankes yang mereka datangi, begitu juga sebaliknya, fasyankes harusfasyankes harus memberikan pelayanannya sesuai dengan aturan pemerintah. Adalah sebuah kepastian bila aturan pemerintah telah diuji coba dan dipertanggungjawabkan hasilnya serta memiliki kekuatan hukum.

Kualitas laboratorium TB memainkan peranan penting dalam pemberantasan TB.

Halaman 15 dari 20