Pribahasa mengatakan "Kuman di sebarang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak". Pribahasa ini mengandung pengertian bahwa kita sering melihat sebuah persoalan yang jauh dari jangkauan  namun kita cenderung melupakan masalah yang ada di sekeliling kita.  Hal ini dapat terjadi di pelbagai bidang, tidak terkecuali di program pemberantasan Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Program pemberantasan TB kadang melupakan pengetahuan masyarakat tentang TB itu sendiri. Apakah masyarakat kebanyakan tahu apa itu TB? Dan apakah orang yang sudah tahu masih menganggap TB itu berbahaya? Berdasarkan pertanyaan sederhana inilah, KNCV/TB CARE I ingin menggugah kesadaraan masyarakat umum secara langsung melalui peringatan Hari TB Sedunia 2014.

Apakah jaminan yang dapat diberikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada pasien? Apakah Pasien sebagai penerima jasa kesehatan telah mendapatkan pelayanan yang memenuhi standar pemerintah? Hal ini perlu diperhatikan karena pasien mempunyai hak penuh untuk mendapatkan pelayanan terbaik di fasyankes yang mereka datangi, begitu juga sebaliknya, fasyankes harusfasyankes harus memberikan pelayanannya sesuai dengan aturan pemerintah. Adalah sebuah kepastian bila aturan pemerintah telah diuji coba dan dipertanggungjawabkan hasilnya serta memiliki kekuatan hukum.

Kualitas laboratorium TB memainkan peranan penting dalam pemberantasan TB.

Monitoring dan Evaluasi Nasional Tuberkulosis dan Rencana Kampanye Imunisasi Measles Rubella dilaksanakan di Semarang tanggal 18 – 21 Juli 2018 di Semarang. Pertemuan dibuka oleh Direktur P2PML dan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari (1) wakil-wakil Direktorat P2PML, Direktorat Surkarkes, Direktorat Yankes Rujukan, Direktorat Yankes Primer, Direktorat Mutu dan Akreditasi, Puslitbangkes, Biro Perencanaan dan Anggaran, (2) wakil-wakil dari jajaran kesehatan provinsi: kepala bidang/kepala seksi P2, pengelola program TBC, (3) wakil-wakil dari Kemenhukham, dan (4) wakil-wakil komli TBC, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, mitra internasional. Narasumber berasal dari Ditjen P2P, Ditjen Yankes, Puslitbangkes, Kemendagri, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan.

Halaman 14 dari 19