“...kasus TB ada pada semua kelompok umur dan semua negara di dunia. Sekitar sepertiga kasus TB berasal dari delapan negara, yaknj India (27 persen), China (9 persen), Indonesia (8 persen)....”

Artikel diambil dari Harian Kompas, 22 November 2018

Pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan upaya penurunan angka stunting dan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Kedua program ini pada tahun 2018 telah dijadikan Kementerian Kesehatan sebagai program prioritas pembangunan di sektor kesehatan. Terobosan dengan melibatkan berbagai stakeholders perlu dilakukan.

International TB Conference in conjunction with scientific meeting of Indonesian TB research network resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Moeloek.

Dalam sambutannya Ibu Nila menekankan bahwa TB merupakan masalah global, Indonesia menempati posisi ke-3 di dunia sebagai negara dengan beban TBC terbesar di dunia. Saat acara High Level Meeting di United Nations di New York September lalu, masalah TB menjadi perhatian dan saat itu para pemimpin termasuk NGO yang hadir diminta komitmennya untuk eliminasi TB. “Unite to End TB berarti mengakhiri bukan hanya mengatasi, termasuk TB MDR yang termasuk 10 penyebab kematian di dunia” 

Rabu, 14 November 2018 di Makassar. Sebuah panel diskusi yang membahas “Apa Inovasi yang dibutuhkan untuk Investigasi Kontak Kasus Tuberkulosis yang efektif di Indonesia?” baru saja dihelat, acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara loka karya Tuberculosis Short Course yang diadakan oleh Australian Award in Indonesia bekerja sama dengan Burnet Institute and Menzies School of Health Research.

Halaman 2 dari 15