Sejak tanggal 6 Agustus yang lalu, Sub Direktorat Tuberkulosis, Kementerian Kesehatan Indonesia mendapat kunjungan dari dr. Sarabjit Chadha dari The UNION sekaligus Pimpinan rGLC (regional Green Light Comittee) Asia Tenggara.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan, imunisasi MR dimulai serentak pada 1 Agustus-September 2018. Imunikasi ditujukan untuk bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun. "Target Sasaran imunisasi sebanyak 31.963.154 juta di 28 provinsi di luar Jawa, tahun 2017 sudah dilaksanakan di 6 provinsi di Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI jakarta, Banten, DIY)," ujar Anang dalam rilisnya, Selasa (31/7/2018). Anang menjelaskan, imunisasi ini sebagai komitmen Kemenkes mengeliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (congenital rubella syndrome-CRS) pada 2020.

Lokakarya Nasional Tata Laksana Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) pada anak dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 25-26 Juli 2018. Lokakarya nasional ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal P2P dan diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari (1) Tim Ahli Klinis TB RO dan dokter spesialis anak di 34 provinsi, (2) Perwakilan Pokja TB RO, (3) Perwakilan Dokter Spesialis Anak (IDAI) (4) wakil-wakil dari jajaran lintas sektor, lintas program dan mitra program.

Penanggulangan TB di Jember, diberi slogan yaitu: GERAKAN TEMUKAN 115 TUBERKULOSIS dan OBATI SAMPAI SEMBUH. Gerakan ini adalah Gerakan Aktif Deteksi Dini, pada satu penderita TBC dilakukan kunjungan rumah, mengamati 15 orang terdekat, satu rumah dan atau tetangga dari penderita TB oleh kader, tokoh masyarakat dan keluarga.

Halaman 10 dari 20