Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek meminta masyarakat waspada terhadap segala jenis penyakit. “lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases),” ucap Menkes Nila. Tiga beban penyakit itu adalah pertama, telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. Kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola, dan TBC Resisten Obat. Ketiga, masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti Demam Berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, Filariasis, dan Kecacingan.

Di sela-sela rangkaian kegiatan pertemuan tingkat menteri The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Kesehatan bersama Menteri Negara Belanda, Sybilla Dekker, Selasa sore (6/11). Kedua pihak ingin memperkuat hubungan persahabatan antara kedua negara dan masyarakatnya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan antara kedua negara serta untuk mempromosikan kerja sama kesehatan yang saling menguntungkan.

Berdasarkan Global Report tahun 2018, Indonesia menempati posisi 3 sebagai negara penyumbang kasus TB terbesar di dunia setelah India dan Cina dengan estimasi 842.000 kasus baru TB di tahun 2017. Dari jumlah tersebut, hanya 53% yang berhasil dilaporkan dan dilayani fasilitas kesehatan. Dengan adanya tantangan tersebut, Indonesia dengan sumber daya yang terbatas, pemilihan intervensi dan perencanaan program penanggulangan TBC jangka pendek dan jangka panjang menjadi hal yang amat penting agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, akan dilakukan penyusunan peta jalan (roadmap) menuju eliminasi TBC di Indonesia tahun 2030.

New York, 26 September 2018 - Pemimpin Dunia berkumpul di Markas Besar PBB pada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Tuberkulosis (High Level Meeting on Tuberculosis) dan sepakat untuk mengakhiri epidemi Tuberkulosis. Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla; serta beranggotakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek serta pejabat terkait.

Halaman 8 dari 20