Surakarta, pada Selasa, 18 Desember 2018. Kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pendekatan Public-Private-Mix (PPM) Berbasis Kabupaten / Kota di Surakarta dihelat. Dibuka oleh Bapak Imran Pambudi – Kepala Subdit TB, Erik Post – Direktur CTB, dan Ibu Purwanti, SKM, M.Kes - Sekertaris Kadinkes Surakarta. Menurut Kasubdit TB pada pembukaan kegiatan tersebut yaitu bahwa Indonesia saat ini mendapatkan peringkat ketiga dengan beban TBC di dunia sehingga yang terpenting adalah dengan mencatat pelaporan, dan meningkatkan pelayanan.

Sekitar 130 perawat perwakilan dari 36 negara hadir di acara ‘TB Nursing Care around the World’. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama dan diadakan bersamaan saat acara Union World Conference pada tanggal 27 Oktober yang lalu. Dalam acara ini beberapa perwakilan perawat dari 5 negara berbagi tentang pengalaman mereka dalam penanggulangan tuberkulosis.

Tim Fasilitator RAD (Rencana Aksi Daerah) penanggulangan TBC Provinsi Sumut, terdiri dari Dinkes Provsu dr. Hendry Iskandar Pane Penjab Program TB Paru, khairina Ulfa, SKM M.Kes Staf P2 Program TB Paru, Jafirman Purba, S.Sos, Staf P2 Program TB Paru dan KNCV Cahllenge TB Nort Sumatera dr. Junida Sinulingga, M. Kes, dr. Candra Widjaja, M.Kes, Mubarno Teguh Budidayanto, mengadakan pertemuan dan berdiskusi  dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Drg. Irna safrina Meliala di Kantor Bupati, Kabanjahe.

“...kasus TB ada pada semua kelompok umur dan semua negara di dunia. Sekitar sepertiga kasus TB berasal dari delapan negara, yaknj India (27 persen), China (9 persen), Indonesia (8 persen)....”

Artikel diambil dari Harian Kompas, 22 November 2018

Halaman 5 dari 19