Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang penularannya melalui percikan bahan infeksius (airborne infection) yang mengandung kuman M. tuberculosis di udara. Mudahnya proses penularan ini perlu diikuti dengan peningkatan keakuratan diagnosis dan monitoring follow up pengobatan guna mencapai eliminasi kasus TB.

(Jakarta, 21/1/2019) Dibuka oleh Kasubdit TB – Bapak Imran Pambudi, perwakilan KOMLI – Bapak Sudijanto, dan Direktur Teknis KNCV – Bapak Bey Sonata. Pada pembukaan dipaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mendapatkan masukan, dan berbagi pengalaman (baik kendala dan best practices).

“Alfiyah ini pintar loh bu, di sekolah hanya ia yang sudah dapat menulis dengan baik” kata Ibu Alfiyah. Alfiyah (16 tahun) gadis cilik yang pintar dan murah senyum ini telah menjalani pengobatan jangka pendek untuk TB MDR selama 9 bulan. Kendati Alfiyah tidak dapat berbicara, ia dapat mengungkapkan efek samping yang ia alami dengan bahasa tubuhnya. “Saat telinganya sakit, ia akan memegang kedua telinganya dan ia menepuk-nepuk punggungnya kalau pegel,” cerita ibu Alfiah.

Semarang, 19 Desember 2018, Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Implementasi DPPM dilanjutkan di Kota Semarang. Dihadiri oleh; Perwakilan Sub Award (SA); UDINUS, IDI, dan SEMAR, perwakilan dari; BPJS Kesehatan, KOMLI, Subdit TB, Dinas Kesehatan Semarang, Dinas Kesehatan Provinsi, Global Fund, dan FHI360.

Halaman 4 dari 19