Penta Helix adalah teori perubahan yang diemban oleh Jabar dalam pemerintahannya. Lima unsur pembangunan tersebut merupakan jalinan kerjasama antar lini/bidang, yaitu ABCGM Academic, Business, Community, Government, dan Media, jalinan tersebut juga diharapkan dapat mendukung eliminasi TBC di Jabar pada tahun 2027. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang diwakilkan oleh Dr. H. Rudi Sudrajat Abdulrohim MT, selaku Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Jawa barat pada acara Lokakarya Berbagi Pembelajaran Proyek Challenge TB dan Sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis (RAD TB) di Graha Tirta Siliwangi, 30 April 2019 lalu.

Surabaya, 25 April 2019 - “Proyek ada akhirnya namun eradikasi tuberkulosis masih lama, perlu kekuatan, daya tahan untuk menyelesaikan sampai dengan tahun 2050” kata Dr. Setya Budiono M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya saat acara Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 dan Lokakarya Berbagi Pembelajaran dari Challenge TB Provinsi Jawa Timur.

Pada tanggal 13 April yang lalu, diadakan Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 di Sumatra Utara yang ditandai dengan peluncuran Rencana Aksi Daerah serta Lokakarya Pembelajaran Proyek Challenge TB. Proyek Challenge TB akan berakhir pada tahun 2019, selama 5 tahun, Challenge TB telah bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu eliminasi TBC di Indonesia. Selanjutnya semua kegiatan dari KNCV akan berakhir pada bulan juni 2019, namun untuk kegiatan pendampingan teknis akan dilaksanakan sampai Mei 2019.

Sejak tahun 2017, DKI Jakarta sebagai provinsi pertama yang mengembangkan sistem jejaring laboratorium di Indonesia. Alasan utama dibalik inisiatif ini adalah keputusan menteri kesehatan RI untuk menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai gold standard diagnosis TBC. Adapun untuk mengoptimalisasi mesin ini maka sebuah sistem jejaring diperlukan untuk meregulasi rujukan laboratorium. Selanjutnya, monitoring berkala dan evaluasi setiap triwulan diperlukan untuk melihat kelanjutan kemajuan dari distrik-distrik tersebut.

Halaman 1 dari 20