Challenge TB

Challenge TB bertujuan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan di negara-negara dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Berlangsung selama lima tahun, proyek ini dipimpin oleh KNCV Tuberculosis Foundation (KNCV) dan didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). KNCV memimpin konsorsium internasional bersama delapan mitra sbb:

  1. American Thoracic Society (ATS);
  2. Family Health International (FHI 360);
  3. Interactive Research & Development (IRD);
  4. Japan Anti-Tuberculosis Association (JATA);
  5. Management Sciences for Health (MSH);
  6. Program for Appropriate Technology in Health (PATH);
  7. The International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union); dan
  8. World Health Organization (WHO).

Challenge TB berupaya untuk mencapai tujuan tersebut dengan:

  1. Meningkatkan akses layanan TB, TB/HIV, dan TB kebal multiobat yang berorientasi pasien dan berkualitas;
  2. Mencegah penularan dan perkembangan penyakit; dan
  3. Meningkatkan kebijakan TB.

Proyek Challenge TB mencakup kegiatan-kegiatan pengendalian TB di 23 negara dan beberapa proyek inti di sejumlah negara. Kunjungi situs Challenge TB untuk informasi lebih lanjut.

Challenge TB di Indonesia

Foto: Peringatan Hari TB Sedunia di Rumah Susun Sewa Sederhana Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (2/4/2016)

Di Indonesia, Challenge TB mendukung program TB nasional melalui penerapan rencana strategis dengan memastikan kepemimpinan teknis. Proyek ini membantu program TB nasional dalam membuat keputusan-keputusan strategis untuk perubahan yang berkelanjutan dengan memaksimalkan sumber daya terbatas untuk dampak yang besar. Challenge TB Indonesia berjalan di bawah pimpinan KNCV dan kolaborasi dengan FHI 360 dan WHO. Proyek ini juga mendapatkan bantuan teknis jangka pendek dari ATS dan IRD. Secara keseluruhan, proyek ini bertujuan untuk menerapkan keterlibatan finansial dan teknis secara luas dan berkelanjutan.

Challenge TB memberikan bantuan teknis kepada Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan sebagai mitra utama. Para penerima manfaat lain juga mencakup institusi pemerintahan lain, seperti layanan medis, lab, dan farmasi, dinas kesehatan provinsi dan kecamatan, lembaga profesi, organisasi masyarakat, dan mitra lokal lainnya yang berada dalam wilayah kerja Challenge TB.