Laboratorium

Kualitas laboratorium Tuberkulosis (TB) memainkan peranan yang penting dalam pemberantasan TB, khususnya untuk diagnosa, penanganan tindak lanjut dan menganalisa hasil pengobatan. Pada umumnya diagnosa tb dilakukan dengan 3 cara yakni pemeriksaan mikroskopis (Direct smear microscopy), biakan dan uji kepekaan M. tuberculosis (Culture/Drug Susceptibility Testing) dan Tes TB yang cepat seperti GeneXpert and LPA (Line Probe Assay).

USAID melalui proyek TB CARE I memberikan dukungan dalam memperkuat sistem dan jaringan laboratorium dengan cara meningkatkan kapasitas teknis laboratorium, meningkatkan pemantapan mutu eksternal (External Quality Assuarnce), meningkatkan kapasitas biakan dan uji kepekaan M.tuberculosis dan mendukung pemanfaatan alat diagnostik yang baru yakni GeneXpert MTB/RIF yang direkomendasikan WHO pada akhir tahun 2010.

Saat ini Indonesia telah memiiki tujuh laboratorium uji kepekaan M. tuberculosis yang telah tersertifikasi yaitu Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Laboratorium Mikrobiologi, Universitas Indonesia, RS. Persahabatan Jakarta, Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Bandung, NHCR Makassar, BLK Semarang dan BLK Jayapura. Sementara itu tiga laboratorium lainnya sedang dalam proses sertifikasi, yakni Mikrobiologi Universitas Gajah Mada, RS. Adam Malik Medan dan BBLK Jakarta. Proses sertifikasi ini dilakukan oleh Laboratorium Rujukan Supranasional, IMVS/SA Pathology, Adelaide, Australia dengan dukungan dari USAID melalui proyek TBCARE I.