Pada tanggal 2-3 November 2015, untuk pertama kalinya diadakan pertemuan terkait co-epidemi Tuberkulosis dan Diabetes Melitus yang bertajuk Stopping a Looming Co-Epidemic: Global Summit on Diabetes dan Tuberkulosis. Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin politik, praktisi kesehatan dan komunitas terdampak TB-DM dari berbagai negara. Di antara luaran yang diharapkan yaitu lahirnya The Bali Declaration (Deklarasi Bali) yang akan menggerakan sumberdaya kesehatan masyarakat serta perubahan kebijakan mendukung penanggulangan TB-DM dunia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ibu Kitty van Weezenbeek, CEO dari KNCV Tuberculosis Foundation. Ibu Kitty turut juga menandatangani Bali Declaration tersebut di akhir pertemuan ini."Tentu saja KNCV menandatangani deklarasi ini!" ujar Kitty van Weezenbeek, CEO dari KNCV. "Kami berkomitmen dengan rekan-rekan dari Diabetes Melitus program untuk bersama-sama menanggulangi di negara-negara yang menghadapi beban yang tinggi dari kedua penyakit. Acara ini mempertemukan pemimpin dunia di TB dan diabetes, dan kesimpulannya sangat jelas: diabetes dan TB adalah penyakit yang sangat disayangkan tetapi kerap kali diidap bersamaan. Di beberapa negara satu dari empat pasien TB memiliki diabetes juga. Atau bahkan lebih! Dan penyakit ini tidak berjalan baik bersama-sama! Kita bisa mencegah banyak kematian melalui penapisan dan pemberian pengobatan dengan layanan yang berpusat pada pasien. Selain itu, KNCV bergabung untuk mengupayakan intervensi yang berlandaskan efisiensi biaya untuk melawan co-epidemi yang mengkhawatirkan ini. "

Deklarasi Bali menyatakan bahwa:
  • Tuberkulosis dan diabetes merupakan dua tantangan kesehatan global    terbesar di zaman kita, dan konvergensi mereka secara global merupakan co-epidemi yang menjalar cepat.
  • Peningkatan Co-epidemi ini mengancam kemajuan terhadap penanggulangan TB,
  • Berdasarkan apa yang telah kita pelajari dari co-epidemi yang lalu, terutama TB-HIV, kita harus bertindak lebih awal dan tegas untuk menghindari sejumlah besar kematian dapat dihindari.
Sumber: KNCV Tuberculosis Foundation